Persaingan antar provider yang semakin ketat menuntut para provider berlomba-lomba untuk memaksimalkan peluang pasar yang belum tergarap dengan baik dengan mentransformasi pengelolaan pasar secara merata sampai ke titik terjauh. Telkomsel sebagai salah satu provider terkemuda dinegeri ini, juga melakukan transformasi pengelolaan pasar. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan secara merata dan cepat ke pelanggannya.
Salah satu wujud dari transformasi yang dilakukan Telkomsel adalah pengelolaan cluster mitra AD. Pengelolaan yang dulu bercirikan “dealer” (deal langsung lari) berubah menjadi lebih distribusi,pelayanan dan monitoring. Ini dimaksudkan agar potensi pasar yang belum digarap secara maksimal tentunya akan menjadi prioritas dengan target sasaran pemasarannya adalah untuk menarik pelanggan sebanyak-banyaknya.
Untuk itu salah satu mitra AD Telkomsel diwilayah GraPari Kupang, Simpatindo Multi Media Kupang juga tidak tinggal diam dalam menghadapi transformasi ini. Dengan mendapatkan 2 wilayah cluster, yaitu : cluster kab. Kupang dan cluster Belu. Simpatindo kupang berupaya untuk melakukan transformasi.
Berbagai program marketing berbasis cluster telah direncanakan oleh simpatindo kupang. Grebek pasar salah satunya,merupakan sebuah program hardselling yang selalu dilakukan simpatindo kupang setiap minggu diwilayah cluster. Pasar-pasar diwilayah cluster menjadi sasaran team kanvaser untuk melakukan penjualan perdana dan sosialisasi produk knowledge terbaru telkomsel.
Dengan target 6 pasar tradisional di 2 wilayah cluster yaitu pasar lili (fatuleu),pasar baun (nekamese),pasar oesao (kupang timur),pasar baru (kota atambua),pasar halilulik (tasifeto barat) dan pasar atapupu tentunya akan memberikan manfaat besar bagi setiap pihak. Bagi end user bisa mendapatkan harga produk yang murah. Bagi simpatindo kupang,bias membantu mempercepat cairnya stok produk yang dimiliki. Bagi telkomsel tentu saja bisa menambah customer base prepaid dan brand awareness.